Rabu, 19 Oktober 2016

Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66

                                  Identitas Buku
1.Sampul     :
Hasil gambar untuk kesaksian wakil komandan tjakrabirawa dari revolusi 45 sampai kudeta 66
2.Judul                   : KESAKSIAN WAKIL KOMANDAN TJAKRABIRAWA DARI REVOLUSI 45 SAMPAI KUDETA 66
3.Pengarang           : H. Maulwi Saelan
4.Editor                 : A Karim DP dan Mulyadi Adha
5.Penerbit              : Visimedia
6.Tahun Terbit       : 2001
7.Tebal buku         : xvii, 486 halaman
8. ISBN                 : 979-104-399-x




Bab 1
Nilai Sebuah Cita-Cita
Maulwi Saelan merupakan salah seorang yang bercita-cita menjadi atlet sepak bola..Cita-citanya pun tercapai karena ketika itu ia menjadi penjaga gawang kesebelasan Indonesia dalam olimpiade XVI di Melbourne(Australia) dan bertanding langsung melawan Uni Sovyet pada perempat final dan berhasil menahan kesebelasan raksasa tersebut dengan 0-0. Namun karena dulu peraturannya bila seri mengulang pertandingan maka Indonesia, yang pemainnya sudah cidera berat harus menunduk atas Uni Soviet 0-4.
Di Indonesia sendiri digelar Pekan Olahraga Nasional ( PON ) yang pertama di Solo, Untuk mengobarkan semangat olahraga PON 1 tidak menggunakan api obor, melainkan Sang Merah Putih yang mendemonstrasikan bahwa olahragawan ikut mengibarkan tinggi-tinggi panji kemerdekaan.Sebelum penyelenggaran PON, di Solo diselenggarakan Kongres Olahraga 1 menghasilkan bergabungnya Indonesia dengan 4 negara lainnya memprakasai pesta olahraga Asian Games, dan untuk Asian Games pertama diselenggarakan di New Delhi.Setelah itu Indonesia ditawari untuk menyelenggarakan Asian Games di Jakarta. Bung Karno menyanggupinya .Maka Indonesia berjuang keras untuk menyiapkan 1 stadion lengkap dengan fasilitasnya. Untuk membangun stadion berskala Internasional tersebut Bung Karno meminta Uni Sovyet untuk membantunya. Pembangunan pun dilaksanakan. Setelah untuk Asian Games, stadion digunakan untuk GANEFO, 1 pesta olahraga yang hanya dapat dibandingkan dengan Olympic Games, tetapi dengan tekanan yang positif yaitu untuk membangun solidaritas antar bangsa, dengan semboyannya “Onward never retreat” (Maju terus pantang mundur)!.
Bab 2
Bangsa Pemeras Jalankan Kekuasaan Polisionil
            Penguasa colonial Hindia Belanda yang tadinya kabur ke Australia, setelah perang dunia II berakhir, dibawa kembali oleh Sekutu, dan langsung unjuk gigi dengan menghamburkan peluru maut kepada orang Indonesia. Menanggapi situasi itu, Saelan yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga anti kolonialisme, bersama pemuda lainnya langsung angkat senjata melawan Belanda.
Tanggal 8 Desember 1941 ketika Pearl Harbour diserang Jepang, Hindia Belanda memaklumkan perang kepada Jepang, Perang Pasifik pun dimulai, dan menghasilkan kemenangan Jepang, dan Hindia Belanda menyerah tanpa syarat meskipun ada perintah dari London agar jangan menyerah. Sejak Jepang menduduki Indonesia, Bung Karno hampir terus menerus dipenjara dan PNI dianggap illegal. Dan Bung Hatta dihukum penjara dan diasingkan. Namun, Jepang bekerjasama dengan kaum nasionalis, memberikan kesempatan pemimpin untuk mengobarkan semangat kemerdekaan, dan memberikan latihan dasar kemiliteran. Dan terciptalah persaudaraan antar orang Jepang dan Indonesia, namun dengan kepentingan berbeda, Jepang menghendaki bantuan Indonesia untuk memerangkan perangnya, sedangkan Bung Karno menghendaki kemerdekaan.




Bab 3
“Nippon Seishin” yang buas
            Pada mulanya, serdadu jepang disambut dengan gembira oleh rakyat,  namun setelah Jepang memulai ekspansi ekonominya di Indonesia, menguasai sumber-sumber minyak bumi dan SDA Indonesia yang diperlukan untuk mendukung Perang Asia Timur Raya.  Jepang datang mengajarkan tentang Nippon Seishin  dan semangat bushido yang dikatakan sebagai semangat paling unggul dan paling beradab, namun dalam prakteknya tidak lain dari kebiadaban dan maalapetaka.Ratusan ribu rakyat harus menjadi romusha (kuli paksa), gadis-gadis dipaksa menjadi pelacur, dan sepanjang kependudukan Jepang, mereka telah memancung 21000 orang.
Karena tidak tahan melihat perlakuan Jepang, mulailah terjadi pemberontakan, dan Jepang kalah perang. Namun, rakyat Indonesia tidak membalas dengan membunuh mereka, tetapi serdadu jepang yang mau menyerahkan senjatanya dilindungi dan dikumpulkan di 1 tempat untuk diserahkan kepada Sekutu  yang mengurus pengembalian mereka ke negerinya.
Bab 4
Ratulangi “Tidak Berani” Membuat Sejarah
 Setelah melewati perundingan yang lama antara Bung Karno dan pembesar angkatan laut Jepang, Panglima tertinggi tentara jepang memerintahkan agar segera dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. PPKI pun langsung dibentuk dengan cepat. PPKI  baru resmi bersidang pada 18 Agustus 1945 dan menghasilkan tatanan negara republic Indonesia, karena sebelumnya sudah terjadi peristiwa Rengasdengklok yang membawa Indonesia kepada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 19 Agustus 1945 pada sidang PPKI kedua ditetapkan pembentukan cabinet dan pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi dan memilih gubernurnya. Salah satunya Dr.Ratulangi yang menjadi gubernur Sulawesi, meskipun begitu ia tidak mengumumkan dirinya menjadi Gubernur Republik Indonesia dan tidak membuka kantor gubernur, karena ia berpikir belum adanya kekuatan bersenjata yang dapat melindungi kekuasaanya. Sebenarnya pada zaman penjajahan Belanda, gerakan nasional di Jawa, mempunyai cabang di Makassar. Dengan demikian di Makassar sebetulnya cukup banyak pemimpin rakyat dan padahal waktu itu, ada masa vakum selama 1 bulan, dimana Jepang menyerah kepada sekutu, namun Sekutu belum tiba di Makassar. Namun Ratulangi tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.









Bab 5
Perintah Kembalikan Penjajahan di Indonesia
Inggris yang datang ke Indonesia membawa serdadu Belanda dan pembesar-pembesar sipil NICA untuk segera menjalankan kembali penjajahannya.Keadaan Indonesia yang sudah merdeka menjadi tidak kondusif. Situasi tidak kondusif tersebut membuat rakyat emosi, khususnya pemuda, mereka membentuk kelompok yang akan menyerbu hotel Empress. Semangat perlawanan meningkat ketika PPNI ( Pusat Pemuda National Indonesia) menyerukan Sang Merah Putih dikibarkan di setiap rumah penduduk di seluruh kota Makassar. Situasi tambah memanas ketika KNIL yang sebelumnya dikosinyir, dibiarkan membawa senjata, dan menurunkan bendera merah putih. Setelah itu Hotel Empress diserbu dan diduduki oleh para pemuda, namun tiba-tiba pasukan Australia datang dan menggagalkan serangan. Meskipun begitu semangat rakyat yang tinggi, dan kekuatan militer NICA yang sebenarnya tidak cukup membuat tercipta nya pertempuran Surabaya, dan menyebabkan Sekutu mengambil segala langkah siaga diseluruh jajarannya di Indonesia.


Bab 6
Tidak Kenal Menyerah  : Emmy Gugur
              Sekutu semakin melakukan tindakan yang sangat kejam dan yang paling kejam adalah  peristiwa dibantainya 40000 pejuang oleh Westerling yang kelak setelah negara Indonesia benar-benar merdeka dan rakyat Belanda menuntut agar ratunya minta maaf, tetapi pemerintahan Orde Baru justru menganggap persoalan sudah selesai . Dari ketidak kondusifan, lahirlah pahlawan-pahlawan di Makassar seperti Robert Wolter yang berhasil memberondong markas KNIL, dan  pejuang wanita,  Emmy Saelan, Laskar wanita/ Palang Merah yang sangat bertanggung jawab. Ia gugur karena bertempur sampai titik darah penghabisan, dimana saat ia dikepung ia meledakkan granat yang mengakibatkan tewasnya beberapa serdadu KNIL dan dirinya sendiri.
Bab 7
Wolter Mongisidi : Setia Hingga Terakhir di Dalam Keyakinan
            Di Makassar Kaum Nasionalis mendirikan SMP Nasional, Wolter masuk sekolah ini setelah lulus MULO. Pada awalnya terdapat kecurigaan dari pihak Belanda, terhadap Wolter, namun karena kadar kerepublikannya sangat meyakinkan, kecurigaan para pejuang atas dirinya lekas hilang.Wolter dipilih duduk dalam pimpinan LAPRIS dan menjadi Komandan Daerah pertempuran Harimau Indonesia . Dan sepak terjang Wolter yang berhasil membuat Belanda kocar kacir, mengakibatkan dirinya ditangkap dan diancam hukuman mati.Ayah serta partai politik meminta grasi untuk Wolter, namun yang mengherankan adalah Anak Agung Gede Agung yang saat itu mengikuti KMB, sama sekali tak tergerak hatinya untuk berbuat sesuatu menyelamatkan jiwa Wolter. Grasi yang diajukan ayah dan ParPol pun ditolak Belanda, dan ia dieksekusi hukuman mati. Sebelum ditembak ia meminta selembar kertas dan pulpen kepada pendeta, ia menulis kata-kata “Setia Hingga Terakhir Di Dalam Keyakinan”.Wolter Mongosidi adalah seorang pahlawan yang berani , bertanggungjawab, dan menginspirasi bagi yang ditinggalkan.
Bab 8
Satu Persetujuan Dengan Dua Interpretasi
            Perlawanan di Sulawesi Selatan menurun, seringkali pejuang memperoleh kemenangan militer, namun tak ada kekuatan pro RI yang menampungnya.Situasi tersebut memaksa Devisi Hasanuddin ( termasuk Saelan) untuk Hijrah ke Jogjakarta. Di Jogjakarta sendiri situasi politik tampak kelam. Kabinet Sosialis Sutan Syahrir menekankan agar KNIP Menyetujui persetujuan Linggajati, yang sebenarnya sangat merugikan perjuangan perlawanan di sana. Kemudian datang lagi tuntutan Belanda agar membentuk gendarmerie ( kepolisian bersama Indonesia- Belanda) dan Belanda sebagai pemimpinnya. Dalam waktu kurang dari 3 bulan setelah pendatanganan Persetujuan Linggajati Belanda meluncurkan serangan militer serentak di Jawa dan Sumatera dan mulailah colonial war yang merupakan Perang Kemerdekaan 1
Bab 9
Bertempur Hingga Peluru Terakhir
Belanda menduduki beberapa daerah di Indonesia, yang sebenarnya pada saat itu sedang ada gencatan senjata. Batalyon 300 tentara pelajar dibawah komando Anggoro pun bergerak melaksanakan perintah menduduki daerah Sidobunder.              Saat subuh, pertahanan batalyon 300 telah dikepung Belanda. Dan terjadi perang yang mengakibatkan batalyon 300 tentara pelajar hanya tersisa 11 orang, dengan Maulwi Saelan sebagai ketuanya. Waktu itu AUI ( Angkatan Ummat Islam) mengepungnya, namun dengan penjelasan yang cukup panjang membuat AUI mau menolong mereka, menunjukkan jalan ke Karanganyar. Sesampainya disana terjadi hujan tangis karena banyak teman yang gugur, dan Maulwi Saelan sendiri diperintahkan untuk kembali ke Sidobunder mencari jenazam temannya yang gugur dibantu dengan seorang India dan beberapa anggota kompi.Mereka dimakamkan di Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.
Bab 10
Peristiwa Madiun
Setelah menghadapi agresi militer Belanda II dan KTN , Amerika Serikat dengan perjanjian bersama dengan Hatta ikut mendukung campur tangan PBB dalam pengusiran Belanda dari Indonesia, Indonesiapun Merdeka. Setelah itu tokoh senior PKI, Muso membuat PKI menjadi partai yang legal.Peristiwa Madiun sendiri berawal dari pengangkatan walikota Madiun, Supardi dan di Madiun terjadi pelucutan senjata Batalyon Siliwangi dan MOBRIG, tersiar juga kabar Muso akan nenjadi Presiden republic rampasan di Madiun,  akhirnya pemberontakan PKI berhasil diredam dan Muso terbunuh saat pengejaran TNI.
Bab 11
Invasi  Belanda Ke Yogyakarta, karena “kesalahan” Soekarno?
 Seruan Bung Karno lewat RRI untuk mengutuk perang colonial Belanda di Indonesia, mendapatkan respon positif, dari negara-negara lain dan PBB yang mengakibatkan Belanda ditarik mundur ke posisinya. Syahrir menyalahkan Bung Karno karena memberi pengumuman besar bahwa Soekarno akan berangkat ke India  sebagai alasan Belanda menyerang Yogyakarta. Bung Karno, yang telah pernah menyelamatkan jiwa Syahrir memberi jawaban bahwa tanpa diumumkan pun keberangkatan tersebut telah diketahui oleh Intelejen Belanda.
Bab 12
Merebut Kembali Sulawesi Selatan
Setelah perjuangan di RI selesai, RIS negara bikinan Belanda, masih banyak perang kemerdekaan. Di NIT sendiri kelompok yang dipimpin oleh Andi Azis memblokade bantuan dari Jawa yang akan membantu perang di Makassar. Karena tindakan insubordinasi Andi Azis dianggap sebagai pemberontak  dan dijathi hukuman delapan tahun penjara.
Bab 13
Bom-Bom Waktu Yang Ditinggalkan Belanda
Setelah pendaratan TNI di Makassar terjadi peperangan antar TNI dan KNIL dan KL ( Belanda) . KNIL dan KL ketika itu dipusatkan di Ambon, benteng RMS yang kuat, juga bantuan aktif yang dikirim oleh Belanda membuat benteng RMS diperkirakan tidak dapat ditembus TNI.  Jakarta mengambil keputusan tegas untuk menghancurkan RMS dengan kekuatan senjata, operasi ini merupakan operasi gabungan AD,AL,dan AU. Akhirnya KNIL dan KL menyerah, namun masih banyak agenda yang harus diselesaikan dalam hubungannya dengan Belanda, yaitu KL di kembali kan ke negerinya sedangkan KNIL harus menjadi APRIS dan kemudian menjadi TNI.
Bab 14
Setelah Rencana Belanda Membunuh Bung Karno Gagal
Setahun sebelum ratu Juliana menyerahkan kedaulatan atas nama rakyat Indonesia Panglima Tentara Belanda, Simon H Spoor berencana utnuk melenyapkan Soekarno dan Hatta. Berbagai usaha Belanda dilakukan untuk membunuh Soerkarno namun karena ketenangan Soekarno dan bantuan dari gerilyawan Soekarno hanya dipindah dari satu daerah ke tempat lain dan tidak dieksekusi mati.Setelah usaha pembunuhan gagal, Belanda mengunakan siasat dengan memasang ranjau politik dimana mendirikan banyak negara boneka, bahkan daerah istimewa, dan daerah lainnya dan tersusunlah cabinet RIS. Karena hal tersebut, tentara muncul dengan sebuah gerakan menuntut pembubaran parlemen karena kebanyakan berisi orang federal yang mendiskreditkan tentara dan membentuk parlemen baru. Namun, Soekarno menolaknya karena dirinya tidak mau disuruh menjadi dictator.
Bab 15
Siapa Yang Berhasil Membunuh Soekarno?
Usaha membunuh Soekarno tidak hanya dilakukan oleh pihak Belanda, namun dari pihak Indonesia seperti Kartosuwiryo presiden negara Islam Indonesia berusaha membunuh Soekarno, dan sempat terjadi peristiwa Cikini dimana saat ada acara malam dana di perguruan Cikini Jakarta, granat granat dilemparkan oleh pihak Kartosuwiryo, namun beruntung, Presideng Soekarno selamat, dan  masih banyak usaha pembunuhan lain yang sampai 7x namun beruntung Soekarno selamat.Usaha lain yang dilakukan, yaitu adalah penggulingan kekuasaan melalui sidang MPRS yang kala itu dikuasai oleh tentara, dan Soeharto menjabat sebagai presiden. Bung Karno sendiri ditahan berpindah-pindah tempat dan terakhir di Wisma Yaso, karena Bung Karno memang mengidap banyak penyakit, dan tidak mendapatkan pengobatan yang baik membuat Bung Karno meninggal pada 21 Juni 1970.Penyelesaian hukum dan keadilan terhadap Soekarno sendiri tak pernah dilaksanakan oleh jenderal Soeharto.
Bab 16
Tjakrabirawa
Setelah terjadi tragedi percobaan pembunuhan terhadap Soekarno, dibentuklah pasukan yang bertugas menjaga keamanan kepala negara dan keluarganya yang disebut dengan Resimen Tjakrabirawa.Saelan sendiri duduk menjadi Kepala Staf Resimen Tjakrabirawa.Setelah itu secara spontan lahirlah PASPAMPRES ( Pasukan Pengamanan Presiden)
Bab 17
Kecelakaan Sejarah
Dewan Jenderal adalah gerakan subversif yang disponsori oleh CIA, sangat aktif,  untuk mencapai tujuannya Dewan Jenderal merencanakan pameran kekuatan pada hari Angkatan Bersenjata, Dewan Jendral bahkan telah merencanakan mengadakan coup kontra-revolusioner. Sebagai Tjakabirawa Letnan Kolonel Untung mengkomandankan mengadakan Gerakan 30 September yang semata-mata ditujukan kepada Dewan Jenderal yang bermaksud jahata terhadap Republik Indonesia dan Presiden Soekarno. Gerakan G30S sendiri bukanlah Komando Tjakabirawa tetapi merupakan gerakan militer dalam lingkungan darat dan Untung sendiri menyatakan keterlibatannya sebagai tanggung jawab pribadi.Atas kejadian tersebut Soeharto menarik keuntungan yang dapat menghantarkan dirinya menjadi presiden sampai 32 tahun.
Bab 18
Sendi-sendi Kehidupan Kenegaraan Terancam Bahaya
Usaha menggulingkan Soekarno merupakan suatu scenario besar yang sudah disiapkan sejak lama dan penuh akan pemfitnahan.Siapa saja yang diketahui dekat dengan Bung Karno harus disingkirkan dengan cara ditangkap, dicuri jika perlu. RRC dituduh terlibat gerakan 30S sehingga tim dokter yang merawat Soekarno harus meninggalkan Indonesia seketika, salah satunya Sze Tu Mei Sen. Namun, setelah Bung Karno digulingkan Soeharto, belasan tahun kemudian Sze Tu Mei Sen diperlukan Soeharto untuk pencairan hubungan diplomatic antara Indonesia dengan RRC, dan dimulai dengan hubungan dagang langsung.
Bab 19
Membunuh Tikus Dengan Membakar Rumah
Di kalangan rakyat banyak sekali yang hanya memikirkan mengenai kasus G30S dan tidak memprehatikan keselamatan negara dan revolusi nya yang saatitu menjadi lebih berkoalisi dengan negara Barat, terutama Amerika Serikat yang sudah lama merencanakan hendak menggulingkan Soekarno.
Resimen Tjakrabirawa juga dituduh telah menembak  seorang mahasiswa bernama Arief Rahman Hakim, padahal kasus tertembaknya Arief Rahman Hakim adalah karena ada insiden antara demonstran dan Garnizun itupun terjadi di Lapangan Banteng dan bukan di sekitar istana negara.     Itulah salah satu manipulasi yang membuat Arief Rahman Hakim menjadi pahlawan dan menjadikan pemuja gerakan ini sebagai golongan yang mengantarkan Jenderal Soeharto yang dictatorial, respresif, dan korup, ke tahta kekuasaan sampai 32 tahun.
Bab 20
Biarlah Saya Tenggelam
            Setelah Bung Karno memerintahkan agar  segera menghentikan operasi milter, gerakan ini langsung dilumpuhkan Soeharto dan mengubah bentuknya menjadi GESTOK (Gerakan Satu Oktober). Tujuannya hendak melindungi Presiden, namun dalam pelaksanaanya berusaha untuk menggulingkan Soekarno.
Hartono panglima KKO Angkatan Laut( yang selanjutnya dibunuh secara misterius, dan bukan bunuh diri seperti yang resmi diumumkan) melihat situasi semakin memburuk, mengharapkan komando dari Bung Karno untuk melindungi Bung Karno. Namun Bung Karno tidak memberikan komando, padahal bila Bung Karno memberikan komando kepada  untuk melakukan perlawanan bersama pasukan lain yang masih setia dengan Bung Karno kemungkinan kekuatan pendukungnya bisa menang tetapi Bung Karno tetap teguh pada pendiriannya, lebih baik ia berkorban untuk membela persatuan yang sejak semula diperjuangkannya yang telah mempresembahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia setelah 3 ½ abad. Ia memang telah menemukan persatuan yang dicari sejak muda dan tetap dibawa pergi sampai ke liang kubur.
Bab 21
Setelah Dinista, Lalu Digulingkan
Bung Karno dijauhi rakyat, karena rakyat ketakutan karena bila Bung Karno dekat dengan rakyat maka rakyat akan ditangkap oleh kodim dan diintrogator. Bahkan diistananya sendiri, ia tidak mendapat makanan dari pelayannya.
Menjelang akhir 1966, datanglah permintaan dari pemimpin MPRS agar Presiden memberikan laporan pertanggung jawaban kepad MPRS, Presiden menyampaikan permintaan itu dalam pidato yang berjudul “Nawaksara” yang memuat 9 pokok kebijaksanaan yang dijalankan Presiden sebelum terjadi G30S.Tapi pidato itu ditolak oleh MPRS dan sesuai TAP MPRS No XXXIII/1967, MPRS Menggulingkan Presiden dari tahta kekuasaanya dan digantikan oleh seorang jenderal bernama Soeharto yang sangat otoriter, repressif, menggunakan tentara untuk menghancurkan sendi-sendi demokrasi dan memperkaya dirinya sehingga menjadi orang terkaya ketiga di dunia selama berkuasa 32 tahun. Itulah prestasi yang dinamakan pahlawan Orde Baru.








Bab 22
Bung Karno Meninggalkan Istana Hanya Memakai Piyama Dan Kaos Oblong
Bung Karno sebelum 17 Agustus 1967  harus keluar dari Istana Merdeka dan akan dipindahkan ke Guesthouse Jalan Iskandarsyah Kebayoran Baru. Namun Bung Karno meminta anaknya dipulangkan ke tempat ibunya ( Ibu Fatmawati) di Kebayoran Baru. Semua anak-anak kalau meninggalkan Istana, tidak boleh bawa apa-apa kecuali buku pelajaran, perhiasan, dan pakaian sendiri, sementara barang-barang lain tidak boleh dibawa.
Bung Karno sendiri meninggalkan istana hanya memakai celana piyama, tangan kanannya memegang koran yang agak besar yang isinya Bendera Sang Saka Merah Putih.Ia membawa tas yang berisi ovaltin, air jeruk, air teh, air putih, gelas, dan kuweh kecil.Tangan kirinya membawa tas berisi obat-obatan pribadi selebihnya ditinggalkan. Barang yang ditinggalkan berupa logam mulia yang sangat banyak juga ada uang dollar Amerika Serikat. Setelah itu ia takpernah memasuki istana lagi.
Bab 23
Coup D’Etat
Bung Karno pada saat itu terpaksa mendatangani SUPERSEMAR dikarenakan itu merupakan pilihan terbaik pada saat itu. Namun setelah dibacakannya surat perintah, pada hari itu juga Soeharto sudah membubarkan PKI tanpa koordinasi dengan panglima angkatan yang lain dengan menggunakan SUPERSEMAR. Bung Karno memberikan surat perintah susulan, namun tidak diindahkan oleh Soeharto. Meskipun Soekarno sudah menegaskan kembali makna SUPERSEMAR bukan penyerahan kekuasaan kepada Soeharto. Soeharto membuat Soekarno hanya sebagai kepala negara simbolis, dan bukan lagi kepala pemerintah. Meski begitu, Soeharto belum puas dan Presiden Soekarno diminta menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada pemegang SUPERSEMAR dengan mencantukan alasannya “ Presiden  Soekarno berhalangan” tanpa menyampaikan uraian mengeni “ Presiden berhalangan “. Diketahui ada perundingan antara Bung Karno dan Soeharto, Bung Karno menawarkan kepada Soeharto agar ia lebih bebas, Bung Karno bersedia menyingkir ke luar negeri untuk berobat, tapi ditolak oleh Soeharto. Itulah coup d’etat yang dilakukan oleh Soeharto, yang sudah tentu tidak diakuinya.
Bab 24
Renungan dan Beberapa Catatan

Seseorang meskipun sudah bertahun-tahun mendampingi Soekarno, bukan jaminan sudah memahami segala sesuatu mengenai dirinya. Bahkan Saelan sendiri yang sudah 5 tahun tanpa absen mendampinginya rasanya tidak jujur jika mengaku sudah memahami betul semua hal mengenai Bung Karno dan pandangan hidupnya. Sejak umur 14 tahun di Surabaya, ia sudah merancang bagaiman caranya mengorganisasikan rakyat tertindas dan dimiskinkan oleh penjajahan Belanda, supaya bisa mengakhiri penjajahan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar