Identitas
Buku
1.Sampul :

2.Judul :
KESAKSIAN WAKIL KOMANDAN TJAKRABIRAWA DARI REVOLUSI 45 SAMPAI KUDETA 66
3.Pengarang : H. Maulwi Saelan
4.Editor : A Karim DP dan Mulyadi Adha
5.Penerbit : Visimedia
6.Tahun Terbit
: 2001
7.Tebal buku
: xvii, 486 halaman
8. ISBN :
979-104-399-x
Bab
1
Nilai
Sebuah Cita-Cita
Maulwi Saelan merupakan salah
seorang yang bercita-cita menjadi atlet sepak bola..Cita-citanya pun tercapai
karena ketika itu ia menjadi penjaga gawang kesebelasan Indonesia dalam
olimpiade XVI di Melbourne(Australia) dan bertanding langsung melawan Uni
Sovyet pada perempat final dan berhasil menahan kesebelasan raksasa tersebut
dengan 0-0. Namun karena dulu peraturannya bila seri mengulang pertandingan
maka Indonesia, yang pemainnya sudah cidera berat harus menunduk atas Uni
Soviet 0-4.
Di Indonesia sendiri digelar Pekan
Olahraga Nasional ( PON ) yang pertama di Solo, Untuk mengobarkan semangat
olahraga PON 1 tidak menggunakan api obor, melainkan Sang Merah Putih yang
mendemonstrasikan bahwa olahragawan ikut mengibarkan tinggi-tinggi panji
kemerdekaan.Sebelum penyelenggaran PON, di Solo diselenggarakan Kongres
Olahraga 1 menghasilkan bergabungnya Indonesia dengan 4 negara lainnya
memprakasai pesta olahraga Asian Games, dan untuk Asian Games pertama
diselenggarakan di New Delhi.Setelah itu Indonesia ditawari untuk
menyelenggarakan Asian Games di Jakarta. Bung Karno menyanggupinya .Maka
Indonesia berjuang keras untuk menyiapkan 1 stadion lengkap dengan fasilitasnya.
Untuk membangun stadion berskala Internasional tersebut Bung Karno meminta Uni
Sovyet untuk membantunya. Pembangunan pun dilaksanakan. Setelah untuk Asian
Games, stadion digunakan untuk GANEFO, 1 pesta olahraga yang hanya dapat
dibandingkan dengan Olympic Games, tetapi dengan tekanan yang positif yaitu
untuk membangun solidaritas antar bangsa, dengan semboyannya “Onward never
retreat” (Maju terus pantang mundur)!.
Bab
2
Bangsa
Pemeras Jalankan Kekuasaan Polisionil
Penguasa
colonial Hindia Belanda yang tadinya kabur ke Australia, setelah perang dunia
II berakhir, dibawa kembali oleh Sekutu, dan langsung unjuk gigi dengan
menghamburkan peluru maut kepada orang Indonesia. Menanggapi situasi itu, Saelan
yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga anti kolonialisme, bersama pemuda
lainnya langsung angkat senjata melawan Belanda.
Tanggal 8 Desember 1941 ketika
Pearl Harbour diserang Jepang, Hindia Belanda memaklumkan perang kepada Jepang,
Perang Pasifik pun dimulai, dan menghasilkan kemenangan Jepang, dan Hindia
Belanda menyerah tanpa syarat meskipun ada perintah dari London agar jangan
menyerah. Sejak Jepang menduduki Indonesia, Bung Karno hampir terus menerus
dipenjara dan PNI dianggap illegal. Dan Bung Hatta dihukum penjara dan
diasingkan. Namun, Jepang bekerjasama dengan kaum nasionalis, memberikan
kesempatan pemimpin untuk mengobarkan semangat kemerdekaan, dan memberikan
latihan dasar kemiliteran. Dan terciptalah persaudaraan antar orang Jepang dan
Indonesia, namun dengan kepentingan berbeda, Jepang menghendaki bantuan
Indonesia untuk memerangkan perangnya, sedangkan Bung Karno menghendaki
kemerdekaan.
Bab
3
“Nippon
Seishin” yang buas
Pada
mulanya, serdadu jepang disambut dengan gembira oleh rakyat, namun setelah Jepang memulai ekspansi
ekonominya di Indonesia, menguasai sumber-sumber minyak bumi dan SDA Indonesia
yang diperlukan untuk mendukung Perang Asia Timur Raya. Jepang datang mengajarkan tentang Nippon
Seishin dan semangat bushido yang
dikatakan sebagai semangat paling unggul dan paling beradab, namun dalam
prakteknya tidak lain dari kebiadaban dan maalapetaka.Ratusan ribu rakyat harus
menjadi romusha (kuli paksa), gadis-gadis dipaksa menjadi pelacur, dan
sepanjang kependudukan Jepang, mereka telah memancung 21000 orang.
Karena tidak tahan melihat
perlakuan Jepang, mulailah terjadi pemberontakan, dan Jepang kalah perang.
Namun, rakyat Indonesia tidak membalas dengan membunuh mereka, tetapi serdadu
jepang yang mau menyerahkan senjatanya dilindungi dan dikumpulkan di 1 tempat
untuk diserahkan kepada Sekutu yang
mengurus pengembalian mereka ke negerinya.
Bab
4
Ratulangi
“Tidak Berani” Membuat Sejarah
Setelah melewati perundingan yang lama antara
Bung Karno dan pembesar angkatan laut Jepang, Panglima tertinggi tentara jepang
memerintahkan agar segera dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
PPKI pun langsung dibentuk dengan cepat. PPKI
baru resmi bersidang pada 18 Agustus 1945 dan menghasilkan tatanan
negara republic Indonesia, karena sebelumnya sudah terjadi peristiwa
Rengasdengklok yang membawa Indonesia kepada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada
tanggal 19 Agustus 1945 pada sidang PPKI kedua ditetapkan pembentukan cabinet
dan pembagian wilayah RI menjadi 8 provinsi dan memilih gubernurnya. Salah satunya
Dr.Ratulangi yang menjadi gubernur Sulawesi, meskipun begitu ia tidak
mengumumkan dirinya menjadi Gubernur Republik Indonesia dan tidak membuka
kantor gubernur, karena ia berpikir belum adanya kekuatan bersenjata yang dapat
melindungi kekuasaanya. Sebenarnya pada zaman penjajahan Belanda, gerakan
nasional di Jawa, mempunyai cabang di Makassar. Dengan demikian di Makassar
sebetulnya cukup banyak pemimpin rakyat dan padahal waktu itu, ada masa vakum
selama 1 bulan, dimana Jepang menyerah kepada sekutu, namun Sekutu belum tiba
di Makassar. Namun Ratulangi tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Bab
5
Perintah
Kembalikan Penjajahan di Indonesia
Inggris yang datang ke Indonesia
membawa serdadu Belanda dan pembesar-pembesar sipil NICA untuk segera
menjalankan kembali penjajahannya.Keadaan Indonesia yang sudah merdeka menjadi
tidak kondusif. Situasi tidak kondusif tersebut membuat rakyat emosi, khususnya
pemuda, mereka membentuk kelompok yang akan menyerbu hotel Empress. Semangat
perlawanan meningkat ketika PPNI ( Pusat Pemuda National Indonesia) menyerukan
Sang Merah Putih dikibarkan di setiap rumah penduduk di seluruh kota Makassar. Situasi
tambah memanas ketika KNIL yang sebelumnya dikosinyir, dibiarkan membawa
senjata, dan menurunkan bendera merah putih. Setelah itu Hotel Empress diserbu
dan diduduki oleh para pemuda, namun tiba-tiba pasukan Australia datang dan
menggagalkan serangan. Meskipun begitu semangat rakyat yang tinggi, dan
kekuatan militer NICA yang sebenarnya tidak cukup membuat tercipta nya
pertempuran Surabaya, dan menyebabkan Sekutu mengambil segala langkah siaga
diseluruh jajarannya di Indonesia.
Bab
6
Tidak
Kenal Menyerah : Emmy Gugur
Sekutu semakin melakukan tindakan yang sangat
kejam dan yang paling kejam adalah
peristiwa dibantainya 40000 pejuang oleh Westerling yang kelak setelah
negara Indonesia benar-benar merdeka dan rakyat Belanda menuntut agar ratunya
minta maaf, tetapi pemerintahan Orde Baru justru menganggap persoalan sudah
selesai . Dari ketidak kondusifan, lahirlah pahlawan-pahlawan di Makassar
seperti Robert Wolter yang berhasil memberondong markas KNIL, dan pejuang wanita, Emmy Saelan, Laskar wanita/ Palang Merah yang
sangat bertanggung jawab. Ia gugur karena bertempur sampai titik darah
penghabisan, dimana saat ia dikepung ia meledakkan granat yang mengakibatkan
tewasnya beberapa serdadu KNIL dan dirinya sendiri.
Bab
7
Wolter
Mongisidi : Setia Hingga Terakhir di Dalam Keyakinan
Di
Makassar Kaum Nasionalis mendirikan SMP Nasional, Wolter masuk sekolah ini
setelah lulus MULO. Pada awalnya terdapat kecurigaan dari pihak Belanda,
terhadap Wolter, namun karena kadar kerepublikannya sangat meyakinkan,
kecurigaan para pejuang atas dirinya lekas hilang.Wolter dipilih duduk dalam
pimpinan LAPRIS dan menjadi Komandan Daerah pertempuran Harimau Indonesia . Dan
sepak terjang Wolter yang berhasil membuat Belanda kocar kacir, mengakibatkan
dirinya ditangkap dan diancam hukuman mati.Ayah serta partai politik meminta
grasi untuk Wolter, namun yang mengherankan adalah Anak Agung Gede Agung yang
saat itu mengikuti KMB, sama sekali tak tergerak hatinya untuk berbuat sesuatu
menyelamatkan jiwa Wolter. Grasi yang diajukan ayah dan ParPol pun ditolak
Belanda, dan ia dieksekusi hukuman mati. Sebelum ditembak ia meminta selembar
kertas dan pulpen kepada pendeta, ia menulis kata-kata “Setia Hingga Terakhir
Di Dalam Keyakinan”.Wolter Mongosidi adalah seorang pahlawan yang berani ,
bertanggungjawab, dan menginspirasi bagi yang ditinggalkan.
Bab
8
Satu
Persetujuan Dengan Dua Interpretasi
Perlawanan
di Sulawesi Selatan menurun, seringkali pejuang memperoleh kemenangan militer,
namun tak ada kekuatan pro RI yang menampungnya.Situasi tersebut memaksa Devisi
Hasanuddin ( termasuk Saelan) untuk Hijrah ke Jogjakarta. Di Jogjakarta sendiri
situasi politik tampak kelam. Kabinet Sosialis Sutan Syahrir menekankan agar
KNIP Menyetujui persetujuan Linggajati, yang sebenarnya sangat merugikan
perjuangan perlawanan di sana. Kemudian datang lagi tuntutan Belanda agar
membentuk gendarmerie ( kepolisian bersama Indonesia- Belanda) dan Belanda
sebagai pemimpinnya. Dalam waktu kurang dari 3 bulan setelah pendatanganan
Persetujuan Linggajati Belanda meluncurkan serangan militer serentak di Jawa
dan Sumatera dan mulailah colonial war yang merupakan Perang Kemerdekaan 1
Bab
9
Bertempur
Hingga Peluru Terakhir
Belanda
menduduki beberapa daerah di Indonesia, yang sebenarnya pada saat itu sedang
ada gencatan senjata. Batalyon 300 tentara pelajar dibawah komando Anggoro pun
bergerak melaksanakan perintah menduduki daerah Sidobunder. Saat
subuh, pertahanan batalyon 300 telah dikepung Belanda. Dan terjadi perang yang
mengakibatkan batalyon 300 tentara pelajar hanya tersisa 11 orang, dengan
Maulwi Saelan sebagai ketuanya. Waktu itu AUI ( Angkatan Ummat Islam)
mengepungnya, namun dengan penjelasan yang cukup panjang membuat AUI mau
menolong mereka, menunjukkan jalan ke Karanganyar. Sesampainya disana terjadi
hujan tangis karena banyak teman yang gugur, dan Maulwi Saelan sendiri
diperintahkan untuk kembali ke Sidobunder mencari jenazam temannya yang gugur
dibantu dengan seorang India dan beberapa anggota kompi.Mereka dimakamkan di
Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.
Bab
10
Peristiwa
Madiun
Setelah
menghadapi agresi militer Belanda II dan KTN , Amerika Serikat dengan
perjanjian bersama dengan Hatta ikut mendukung campur tangan PBB dalam
pengusiran Belanda dari Indonesia, Indonesiapun Merdeka. Setelah itu tokoh
senior PKI, Muso membuat PKI menjadi partai yang legal.Peristiwa Madiun sendiri
berawal dari pengangkatan walikota Madiun, Supardi dan di Madiun terjadi
pelucutan senjata Batalyon Siliwangi dan MOBRIG, tersiar juga kabar Muso akan
nenjadi Presiden republic rampasan di Madiun,
akhirnya pemberontakan PKI berhasil diredam dan Muso terbunuh saat
pengejaran TNI.
Bab
11
Invasi Belanda Ke Yogyakarta, karena “kesalahan”
Soekarno?
Seruan Bung Karno lewat RRI untuk mengutuk
perang colonial Belanda di Indonesia, mendapatkan respon positif, dari
negara-negara lain dan PBB yang mengakibatkan Belanda ditarik mundur ke
posisinya. Syahrir menyalahkan Bung Karno karena memberi pengumuman besar bahwa
Soekarno akan berangkat ke India sebagai
alasan Belanda menyerang Yogyakarta. Bung Karno, yang telah pernah
menyelamatkan jiwa Syahrir memberi jawaban bahwa tanpa diumumkan pun
keberangkatan tersebut telah diketahui oleh Intelejen Belanda.
Bab
12
Merebut
Kembali Sulawesi Selatan
Setelah perjuangan di RI selesai,
RIS negara bikinan Belanda, masih banyak perang kemerdekaan. Di NIT sendiri
kelompok yang dipimpin oleh Andi Azis memblokade bantuan dari Jawa yang akan
membantu perang di Makassar. Karena tindakan insubordinasi Andi Azis dianggap
sebagai pemberontak dan dijathi hukuman
delapan tahun penjara.
Bab
13
Bom-Bom
Waktu Yang Ditinggalkan Belanda
Setelah pendaratan TNI di Makassar
terjadi peperangan antar TNI dan KNIL dan KL ( Belanda) . KNIL dan KL ketika
itu dipusatkan di Ambon, benteng RMS yang kuat, juga bantuan aktif yang dikirim
oleh Belanda membuat benteng RMS diperkirakan tidak dapat ditembus TNI. Jakarta mengambil keputusan tegas untuk
menghancurkan RMS dengan kekuatan senjata, operasi ini merupakan operasi
gabungan AD,AL,dan AU. Akhirnya KNIL dan KL menyerah, namun masih banyak agenda
yang harus diselesaikan dalam hubungannya dengan Belanda, yaitu KL di kembali
kan ke negerinya sedangkan KNIL harus menjadi APRIS dan kemudian menjadi TNI.
Bab
14
Setelah
Rencana Belanda Membunuh Bung Karno Gagal
Setahun sebelum ratu Juliana
menyerahkan kedaulatan atas nama rakyat Indonesia Panglima Tentara Belanda,
Simon H Spoor berencana utnuk melenyapkan Soekarno dan Hatta. Berbagai usaha
Belanda dilakukan untuk membunuh Soerkarno namun karena ketenangan Soekarno dan
bantuan dari gerilyawan Soekarno hanya dipindah dari satu daerah ke tempat lain
dan tidak dieksekusi mati.Setelah usaha pembunuhan gagal, Belanda mengunakan
siasat dengan memasang ranjau politik dimana mendirikan banyak negara boneka,
bahkan daerah istimewa, dan daerah lainnya dan tersusunlah cabinet RIS. Karena
hal tersebut, tentara muncul dengan sebuah gerakan menuntut pembubaran parlemen
karena kebanyakan berisi orang federal yang mendiskreditkan tentara dan
membentuk parlemen baru. Namun, Soekarno menolaknya karena dirinya tidak mau
disuruh menjadi dictator.
Bab
15
Siapa
Yang Berhasil Membunuh Soekarno?
Usaha membunuh Soekarno tidak hanya
dilakukan oleh pihak Belanda, namun dari pihak Indonesia seperti Kartosuwiryo
presiden negara Islam Indonesia berusaha membunuh Soekarno, dan sempat terjadi
peristiwa Cikini dimana saat ada acara malam dana di perguruan Cikini Jakarta,
granat granat dilemparkan oleh pihak Kartosuwiryo, namun beruntung, Presideng
Soekarno selamat, dan masih banyak usaha
pembunuhan lain yang sampai 7x namun beruntung Soekarno selamat.Usaha lain yang
dilakukan, yaitu adalah penggulingan kekuasaan melalui sidang MPRS yang kala
itu dikuasai oleh tentara, dan Soeharto menjabat sebagai presiden. Bung Karno
sendiri ditahan berpindah-pindah tempat dan terakhir di Wisma Yaso, karena Bung
Karno memang mengidap banyak penyakit, dan tidak mendapatkan pengobatan yang
baik membuat Bung Karno meninggal pada 21 Juni 1970.Penyelesaian hukum dan
keadilan terhadap Soekarno sendiri tak pernah dilaksanakan oleh jenderal
Soeharto.
Bab
16
Tjakrabirawa
Setelah terjadi tragedi percobaan
pembunuhan terhadap Soekarno, dibentuklah pasukan yang bertugas menjaga
keamanan kepala negara dan keluarganya yang disebut dengan Resimen
Tjakrabirawa.Saelan sendiri duduk menjadi Kepala Staf Resimen Tjakrabirawa.Setelah
itu secara spontan lahirlah PASPAMPRES ( Pasukan Pengamanan Presiden)
Bab
17
Kecelakaan Sejarah
Dewan Jenderal adalah gerakan
subversif yang disponsori oleh CIA, sangat aktif, untuk mencapai tujuannya Dewan Jenderal
merencanakan pameran kekuatan pada hari Angkatan Bersenjata, Dewan Jendral
bahkan telah merencanakan mengadakan coup kontra-revolusioner. Sebagai
Tjakabirawa Letnan Kolonel Untung mengkomandankan mengadakan Gerakan 30
September yang semata-mata ditujukan kepada Dewan Jenderal yang bermaksud
jahata terhadap Republik Indonesia dan Presiden Soekarno. Gerakan G30S sendiri
bukanlah Komando Tjakabirawa tetapi merupakan gerakan militer dalam lingkungan
darat dan Untung sendiri menyatakan keterlibatannya sebagai tanggung jawab
pribadi.Atas kejadian tersebut Soeharto menarik keuntungan yang dapat
menghantarkan dirinya menjadi presiden sampai 32 tahun.
Bab
18
Sendi-sendi
Kehidupan Kenegaraan Terancam Bahaya
Usaha menggulingkan Soekarno
merupakan suatu scenario besar yang sudah disiapkan sejak lama dan penuh akan
pemfitnahan.Siapa saja yang diketahui dekat dengan Bung Karno harus
disingkirkan dengan cara ditangkap, dicuri jika perlu. RRC dituduh terlibat
gerakan 30S sehingga tim dokter yang merawat Soekarno harus meninggalkan
Indonesia seketika, salah satunya Sze Tu Mei Sen. Namun, setelah Bung Karno
digulingkan Soeharto, belasan tahun kemudian Sze Tu Mei Sen diperlukan Soeharto
untuk pencairan hubungan diplomatic antara Indonesia dengan RRC, dan dimulai
dengan hubungan dagang langsung.
Bab
19
Membunuh
Tikus Dengan Membakar Rumah
Di kalangan rakyat banyak sekali
yang hanya memikirkan mengenai kasus G30S dan tidak memprehatikan keselamatan
negara dan revolusi nya yang saatitu menjadi lebih berkoalisi dengan negara
Barat, terutama Amerika Serikat yang sudah lama merencanakan hendak
menggulingkan Soekarno.
Resimen Tjakrabirawa juga dituduh telah
menembak seorang mahasiswa bernama Arief
Rahman Hakim, padahal kasus tertembaknya Arief Rahman Hakim adalah karena ada
insiden antara demonstran dan Garnizun itupun terjadi di Lapangan Banteng dan
bukan di sekitar istana negara. Itulah
salah satu manipulasi yang membuat Arief Rahman Hakim menjadi pahlawan dan
menjadikan pemuja gerakan ini sebagai golongan yang mengantarkan Jenderal
Soeharto yang dictatorial, respresif, dan korup, ke tahta kekuasaan sampai 32
tahun.
Bab
20
Biarlah
Saya Tenggelam
Setelah
Bung Karno memerintahkan agar segera
menghentikan operasi milter, gerakan ini langsung dilumpuhkan Soeharto dan
mengubah bentuknya menjadi GESTOK (Gerakan Satu Oktober). Tujuannya hendak
melindungi Presiden, namun dalam pelaksanaanya berusaha untuk menggulingkan
Soekarno.
Hartono panglima KKO Angkatan Laut(
yang selanjutnya dibunuh secara misterius, dan bukan bunuh diri seperti yang
resmi diumumkan) melihat situasi semakin memburuk, mengharapkan komando dari
Bung Karno untuk melindungi Bung Karno. Namun Bung Karno tidak memberikan
komando, padahal bila Bung Karno memberikan komando kepada untuk melakukan perlawanan bersama pasukan
lain yang masih setia dengan Bung Karno kemungkinan kekuatan pendukungnya bisa
menang tetapi Bung Karno tetap teguh pada pendiriannya, lebih baik ia berkorban
untuk membela persatuan yang sejak semula diperjuangkannya yang telah
mempresembahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia setelah 3 ½ abad. Ia memang
telah menemukan persatuan yang dicari sejak muda dan tetap dibawa pergi sampai
ke liang kubur.
Bab
21
Setelah
Dinista, Lalu Digulingkan
Bung Karno dijauhi rakyat, karena
rakyat ketakutan karena bila Bung Karno dekat dengan rakyat maka rakyat akan
ditangkap oleh kodim dan diintrogator. Bahkan diistananya sendiri, ia tidak
mendapat makanan dari pelayannya.
Menjelang akhir 1966, datanglah
permintaan dari pemimpin MPRS agar Presiden memberikan laporan pertanggung
jawaban kepad MPRS, Presiden menyampaikan permintaan itu dalam pidato yang
berjudul “Nawaksara” yang memuat 9 pokok kebijaksanaan yang dijalankan Presiden
sebelum terjadi G30S.Tapi pidato itu ditolak oleh MPRS dan sesuai TAP MPRS No
XXXIII/1967, MPRS Menggulingkan Presiden dari tahta kekuasaanya dan digantikan
oleh seorang jenderal bernama Soeharto yang sangat otoriter, repressif,
menggunakan tentara untuk menghancurkan sendi-sendi demokrasi dan memperkaya
dirinya sehingga menjadi orang terkaya ketiga di dunia selama berkuasa 32
tahun. Itulah prestasi yang dinamakan pahlawan Orde Baru.
Bab
22
Bung
Karno Meninggalkan Istana Hanya Memakai Piyama Dan Kaos Oblong
Bung Karno sebelum 17 Agustus
1967 harus keluar dari Istana Merdeka
dan akan dipindahkan ke Guesthouse Jalan Iskandarsyah Kebayoran Baru. Namun
Bung Karno meminta anaknya dipulangkan ke tempat ibunya ( Ibu Fatmawati) di
Kebayoran Baru. Semua anak-anak kalau meninggalkan Istana, tidak boleh bawa
apa-apa kecuali buku pelajaran, perhiasan, dan pakaian sendiri, sementara
barang-barang lain tidak boleh dibawa.
Bung Karno sendiri meninggalkan
istana hanya memakai celana piyama, tangan kanannya memegang koran yang agak
besar yang isinya Bendera Sang Saka Merah Putih.Ia membawa tas yang berisi
ovaltin, air jeruk, air teh, air putih, gelas, dan kuweh kecil.Tangan kirinya
membawa tas berisi obat-obatan pribadi selebihnya ditinggalkan. Barang yang
ditinggalkan berupa logam mulia yang sangat banyak juga ada uang dollar Amerika
Serikat. Setelah itu ia takpernah memasuki istana lagi.
Bab
23
Coup
D’Etat
Bung Karno pada saat itu terpaksa
mendatangani SUPERSEMAR dikarenakan itu merupakan pilihan terbaik pada saat
itu. Namun setelah dibacakannya surat perintah, pada hari itu juga Soeharto
sudah membubarkan PKI tanpa koordinasi dengan panglima angkatan yang lain
dengan menggunakan SUPERSEMAR. Bung Karno memberikan surat perintah susulan,
namun tidak diindahkan oleh Soeharto. Meskipun Soekarno sudah menegaskan
kembali makna SUPERSEMAR bukan penyerahan kekuasaan kepada Soeharto. Soeharto
membuat Soekarno hanya sebagai kepala negara simbolis, dan bukan lagi kepala
pemerintah. Meski begitu, Soeharto belum puas dan Presiden Soekarno diminta
menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada pemegang SUPERSEMAR dengan mencantukan
alasannya “ Presiden Soekarno
berhalangan” tanpa menyampaikan uraian mengeni “ Presiden berhalangan “.
Diketahui ada perundingan antara Bung Karno dan Soeharto, Bung Karno menawarkan
kepada Soeharto agar ia lebih bebas, Bung Karno bersedia menyingkir ke luar
negeri untuk berobat, tapi ditolak oleh Soeharto. Itulah coup d’etat yang
dilakukan oleh Soeharto, yang sudah tentu tidak diakuinya.
Bab
24
Renungan
dan Beberapa Catatan
Seseorang meskipun sudah
bertahun-tahun mendampingi Soekarno, bukan jaminan sudah memahami segala
sesuatu mengenai dirinya. Bahkan Saelan sendiri yang sudah 5 tahun tanpa absen
mendampinginya rasanya tidak jujur jika mengaku sudah memahami betul semua hal
mengenai Bung Karno dan pandangan hidupnya. Sejak umur 14 tahun di Surabaya, ia
sudah merancang bagaiman caranya mengorganisasikan rakyat tertindas dan
dimiskinkan oleh penjajahan Belanda, supaya bisa mengakhiri penjajahan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar